www.ika-riris.info

Newsflash

'Wahai manusia! Sembahlah Tuhan-mu yang telah Menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.' QS 2:21

'(Dia-lah) yang Menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia-lah yang Menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia Hasilkan dengan (hujan) itu buah-buahan sebagai rejeki untukmu. Karena itu janganlah kamu mengadakan tandingan-tandingan bagi Allah, padahal kamu mengetahui.' QS 2:22

'Dan jika kamu meragukan (al-Quran) yang Kami Turunkan kepada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah satu surah semisal dengannya dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu oarng-orang yang benar' QS 2:23

'Jika kamu tidak mampu membuatnya, dna (pasti) kamu tidak akan mampu, maka takutlah kamu akan api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu yang disediakan bagi orang-orang kafir.' QS 2:24

 

V i e T N a M

E-mail Print PDF

My first draft was made on Jan, 2011. Yes, i read a lot about this country, and it became a place that i would visit. Hope it would be my third place, but due the expensive ticket, finally vietnam became the fourth place after Kuala Lumpur, Singapore, Penang.

Well it was airasia with its big sale. There was no 2013 calendar provide at the time but finally i choose Jakarta-Ho Chi Minh at Jan 24th 2013 for IDR 700.000/2 person, and Ho Chi Minh-Jakarta at Jan 28th 2013 for USD 130/2 person. So it's about IDR 1.000.000/person/return ticket.

Just worried for price of hotel, We booked Konico Backpackers Hotel, 149 Bui Vien Street, Pham Ngu Lao Ward, Ho Chi Minh. It was USD 22 (IDR 211.146) on June 9th, 2012.and also Thuy Duong Ha Long Hotel at Ha Long for USD 18/night without breakfast. Finally i cancelled my hotel at Ha Long, we plan to have cruise to explore that bay. But i would like to wait until i get ticket ho chi minh - hanoi return before i order a room. My other plan, visit angkor in Laos/kamboja to be visited because it looks near from Ho Chi Minh.

I'll try to have many friends from Vietnam around CS, got information that vietnam has new airlines which is usually offer their lowest price. Rute Ho Chi Minh - Hanoi could be served by Train, Jetstar, Vietnam Airlines, and the new airline VietJetAir. On Oct 10th, 2012 i get promo ticket one way from VietJetAir, ho chi minh-hanoi only USD 14.53 for both of us, include 15kg baggage. Alhamdulillah. Return ticket to Ho Chi Minh still expensive, hope i could get cheap ticket someday.

January 24th, 2013. Thursday

Three weeks before departure date, i canceled my hotel at Konico, changed it to Saigon Mini 6 Hotel. Then I know it turns both hotel located opposite each other hehehe

Jakarta got floods before our departure. Untungnya saat kami berangkat dari rumah Cikarang hari Kamis, jalanan cukup lancar (hari libur) dan cuaca cukup cerah. Naik bis damri bandara jurusan cikarang-cengkareng jam 11 siang, kami pun sampai jam 12.30 wib di Terminal 3, Bandara Soekarno-Hatta. Masih ada waktu, kami masuk ke Lounge membayar Rp 40.000/pax. Ada sih lounge satunya yang menerima banyak kartu kredit tapi tempatnya cukup penuh dan karena kami sudah pernah kesana, thought better we try another lounge.

Jam 3 sore, kami masuk ke boarding room. Berkenalan dengan pasangan dari Semarang yang juga akan berangkat ke Ho Chi Minh. Kalau tujuan kami berlibur, mereka datang ke Vietnam untuk bertemu calon patner bisnis. Kebetulan kenalan kami ini bergerak di bidang expor impor. Tiket airasia yang mereka dapatkan berdua 1,6 juta rupiah. Ternyata satu pesawat lumayan penuh 85% dan sebagian besar penumpangnya  95% orang Indonesia. Duduk di sebelah kami warga negara Jepang keturunan Mesir yang sudah sejak 1998 tinggal di Indonesia, cukup fasih berbahasa Indonesia. Kasihan nih orang Jepang, waktu di imigrasi sedikit terhambat oleh petugas imigrasi. I didn't know why.

Sampai bandara 7.40 pm, membuka ponsel, sudah ada sms dari Lien Nguyen. Dia mengabarkan kalau sudah berada di sekitar hotel dan karena kelaparan, dia sudah makan duluan. Setelah ambil bagasi, kami pun menukarkan uang kami ke mata uang VDN (dong) Vietnam. Ohya di vietnam berlaku dua mata uang yaitu VDN (dong) dan USD (dollar). Baik juga kalau anda membeli USD di Indonesia, selain bila ditukar disini, bisa juga sebagai pegangan yg juga sekaligus utk transaksi pembayaran. Kami pun memesan Saigon Taxi ke hotel seharga USD 10 tetapi saat dikurskan jadi VDN 220.000 (rugi deh). Mobil taxi-nya new innova, jadi andai pergi rombongan bertujuh, muat deh dan bisa lebih hemat.

Vinasun Taxi is The Best Taxi

Sampai hotel, setelah check in, kami pun berkeliling Ho Chi Minh di tengah malam bersama Lien Nguyen dan temannya, naik motor. Berakhir di Ben Than Market untuk makan malam. Karena Lien Nguyen harus segera kembali, pintu kostnya ditutup jam 11 malam, jadi Lien dan temannya ijin meninggalkan kami jam 10.30 pm. Selesai makan kami membayar VND 272.000 untuk semua makanan dan minuman yang sudah kami pesan. 2 Juice, 1 degan, 1 porsi besar nasi, 1 porsi ikan gabus ukuran besar (bisa dimakan 2-4 orang sekaligus), 1 paket noodle+rice paper+sayur+buah-buahan. Agak mahal untuk ukuran vietnam, itu kenapa hanya turis-turis luar negeri saja yang makan malam disana. Setelah makan kami melihat-lihat Ben Than Market. Jalannya besar dan lapang, kios tertata rapi, tapi sebenarnya tidak banyak juga tuh. Barang yang dijual disini sebenarnya tidak terlalu istimewa (berharap Indonesia dengan potensi pasar malamnya bisa lebih sukses kalau ditata dengan baik). Dan sangat mudah menemukan orang Indonesia disana (lihat saja yang pakai jilbab hehehe). Kami sempat membeli ketan berwarna warni yang ditutup dengan gula kelapa seharga VDN 60.000, air mineral ukuran 1.5 liter seharga VDN 30.000 dan buah-buahan seharga VDN 20.000. Ohya buah-buahannya kondisi sudah dikupas kulitnya, dan ukurannya pun cukup besar.

Selesai, kami berniat kembali ke hotel. Banyak taxi disana, kami pun mencoba memilih taxi Menlin (ada dua taxi yang disarankan oleh blog traveller yaitu Menlin dan Vinasun). Setelah memberikan alamat hotel, dia mengangguk-angguk (tanda tahu???), sebelum kami naik taxi, kami bertanya apakah ini memakai argo dan dia tetap mengangguk-angguk (belakangan saya tahu dia tidak bisa berbahasa Inggris). Saat kami sudah diatas taxi, dia menunjukkan USD 100.000 dan mencoba menawar, kami menunjukkan VDN 60.000, dia pun langsung mengambil duit itu dan menjalankan mobilnya. Menurut Lien Nguyen seharusnya jarak ke hotel cuma 2 km saja, dan ketika melihat jalan bertuliskan Pham Ngu Llao tetapi dia tidak belok kiri, saya mulai merasa was-was. Dan mobil pun melaju ke jalanan yang lebih sepi (backpackers area seharusnya lebih ramai di malam hari kan?). Sampai saya sudah takut mobil membawa kami kearah yang lebih jauh dan tidak jelas, kami pun mencoba menghentikan taxi dan berbicara kembali dengan sopir taxi, dia pun turun dan bertanya ke seseorang di jalan, dan dia pun tiba-tiba langsung bisa menemukan hotel tempat kami berada. Argo menunjukkan VDN 50.000 akan tetapi saya yakin kalau dia tidak putar-putar tidak jelas, harusnya argo menunjukkan sekitar VDN 30.000 saja. Sangat tidak masuk akal kalau sopir taxi tidak kenal alamat hotel kami, karena ya ini daerah turis dengan banyak taxi seliweran selalu di jalanan, setiap saat. Sangat menyebalkan, taxi yang banyak direkomendasikan semua pelancong yang pernah ke Vietnam, ternyata tidak terlalu bagus pelayanannya.

January 25th, 2013. Friday

Setelah sarapan pagi dengan paket nasi yang kami beli dari Airasia kemarin di pesawat, dan memakan buah-buahan yang kami dapat tadi malam di Ben Than Market, sekitar jam 9 pagi kami keluar dari kamar, mencari alamat travel untuk rencana 'one day mekong tour' pada hari senin. Saya mendapatkan alamat website travel ini http://www.nhommua.com/tp-ho-chi-minh/tour-du-lich/tour-my-tho-ben-tre-cty-an-travel-7F0906080D7C.html http://www.darrylvirgiawan-blog.com/ dari seorang kenalan baru dari Vietnam sebelumnya di email. Jadi saya sudah berkorespondensi dengan pemilik travel terkait harga yang akan saya bayar, yaitu USD 9/pax. Lebih murah dari harga paket tour yang tersedia di lobi hotel, yaitu sekitar VDN 375.000/pax. Tidak terlalu jauh karena hotel saya berada di kawasan pelancong. Masih berbekal peta yang dari kami dapatkan di lobi hotel, kami pun berjalan-jalan menuju hotel sambil menikmati suasana pagi. Dan sempat mampir ke salahsatu outlet. Kami pun memborong sepatu, tas, sandal. Kali ini kami menggunakan kartu kredit. Kualitas yang cukup baik dengan harga lebih murah dibandingkan beli di Jakarta (soalnya merk yang kami beli produksinya memang di Vietnam). Kembali ke hotel, packing, makan pop mie dan minum sereal sebagai menu makan siang sebagai bekal makanan yang kami bawa dari Indonesia.

Tepat jam 12 siang, kami check out dan menitipkan 1 tas kami hotel. Masih ada waktu sebelum kami terbang ke Hanoi sore ini. Setelah merangkum dari buku yang kami baca dan peta wisata yang kami pegang, kami mencoba mengatur jadwal untuk city tour siang ini. Sempat meminta bantuan pihak hotel untuk mencari ojek wisata utk 3 tujuan kami, sayangnya mintanya mahal euy VDN 600.000/2 pax atau sekitar Rp 300.000/berdua. Akhirnya kami pun menolak. Dengan tekad berjalan kaki saja (di buku yang kami beli, penulisnya pun berjalan kaki, jadi harusnya dekat dong). Tetapi di jalan kami sempat ditawari 'becak'. Setelah menunjukkan daftar tujuan kami yang ditulis petugas hotel dalam bahasa Vietnam, kami mecoba melakukan tawar-menawar, tukang becak pun memberi kami harga VDN 400.000/2 pax. Pikir-pikir lagi daripada jalan kaki, panas, nyasar pula, ya udahlah. Dan pilihan yang tepat, adem semilir-milir ga pakai capek, we enjoyed it. Saran #It's better for you to take city tour, only VDN 189.000/pax.

Perjalanan pertama kami melewati gedung opera, lalu mesjid Jame di sebelah hotel sheraton. Ternyata banyak turis bule kesana juga, rupanya mesjid ini terbuka untuk umum dan ada pemuka agama juga yang ada disana cukup ramah melayani pengunjung yang ingin tahu lebih banyak soal mesjid ini. Kami pun menyempatkan diri sholat dhuhur dan ashar disitu. Dari sana kami melanjutkan perjalanan ke Notre Dame cathedral. Di sebelahnya terdapat gedung tua yang cukup terawat dan sekarang menjadi kantor pos dan toko souvenir.

25 Januari 2013

Ho chi Minch

Lanjut, kami menuju war museum. Tiket masuk VDN 15.000/pax. Selain bule-bule, saya bertemu juga orang Indonesia yang sedang berwisata bersama keluarga. Mereka baru saja dari Kamboja, dan setelah Ho Chi Minh, mereka akan menuju ke Singapore. Saya berkenalan juga dengan orang Malaysia, tahun 2000 dia sudah mengunjungi Medan, dan bulan depan mereka akan berangkat ke Bandung.

War Museum

Tank

Bertemu turis dari Indonesia

Kebetulan saya tidak terlalu menyukai museum jadi akhirnya kunjungan ke museum ini tidak terlalu menarik bagi saya. Dari sana, kami pun diantar kembali ke Hotel. Sayangnya tukang becaknya sedikit curang, mereka menurunkan kami di ujung jalan Pham Ngu Lao. Jadi kembali ke hotel kami berjalan kaki sekitar 500 meter. Daripada ngotot mana orangnya tidak bisa bahasa inggris dan ujung-ujungnya minta bayaran lebih, ya sudahlah kami pun terpaksa mengalah. Begitu kami membayar ke tukang becak VDN 200.000/orang, si Bapak tua segera mendatangi tukang becak yang lebih muda untuk meminta bayaran lebih sebagai imbalan karena dia sudah mendapatkan klien. Mari kita tinggalkan segera kericuhan itu

Kembali ke hotel, menunggu taxi yang sudah dipesan dari hotel (kami membayar VDN 180.000) menuju airport jam 4 sore nanti, di lobi saya menggunakan komputer hotel di lobi untuk menyicil update tulisan perjalanan ini (keburu lupa). Di Lobi kami berkenalan dengan pasangan suami-istri yang tinggal di Lippo Cikarang. Sang pria keturunan India warga negara Malaysia dan istrinya wanita Indonesia yang juga bekerja di kawasan Cikarang. Sementara suami saya banyak ngobrol ngalor ngidul bersama mereka, saya pun melanjutkan aksi mengetik saya.

Sebelum meninggalkan hotel, Resepsionis hotel berpesan kalau memesan makanan di hanoi lebih baik bertanya dulu karena dia mendengar banyak komplain dari turis terkait harga yang tidak wajar disana, oke, pesan diterima. Dan kami pun ke bandara menggunakan saigon taxi, dan argo meter menunjukkan angka VDN 130.000 sampai bandara rute domestik.

Sampai di boarding room, kami memesan makan malam berupa nasi+ayam seharga VDN 35.000/porsi. Dan ternyata pesawatnya terlambat terbang selama 45 menit. Sedikit khawatir bagaimana pesawat murah ini beroperasi, ternyata pesawatnya cukup baru, Airbus, dan sepertinya mereka sangat mengadopsi konsep Airasia. Entah kenapa hati saya sangat bosan dan jengkel selama di pesawat. Ohya seminggu sebelum berangkat, saya memesan kursi paling di depan seharga VDN 60.000/pax.

Sampai bandara Hanoi, kami berusaha mencari-cari tempat kami memesan taxi. Diluar ada 1 counter bertuliskan 'tourism information.' Eh ternyata counter agen travel juga, setelah menunjukkan alamat yang kami berikan, dia mematok harga USD 30/taxi sampai hotel tujuan, katanya lokasi hotel cukup jauh 40 km. No Choice, kami pun segera naik taxi yang berupa Fortuner dengan sopir taxi memakai jas lengkap. Berasa jadi orang kaya deh.

Perasaan sumpek menyelimuti saat melewati jalanan Hanoi. Suasana kota industri sangat terasa, mirip Jakarta (belum ketularan macetnya aja). Sampai akhirnya kami sampai di ujung gang, ternyata hotel kami masuk ke dalam gang sempit yang tidak bisa dilalui mobil. Tidak yakin, kami melihat dari ujung gang, ternyata benar, papan nama hotel terlihat berjarak 25 meter dari ujung gang, okelah kalau begitu.

We booked Camel City Hotel, 8/50 Dao Duy Tu Street, Hanoi for USD 19 (IDR 182.353) with breakfast for 2 pax. It was Oct 10th, 2012. Masuk hotel, kami langsung ditanyai petugas hotel yang berkata mereka sudah menjemput kami di bandara (ya ampun, saya kan sudah membatalkan pesanan penjemputan ke airport lewat email). Tidak hanya menjelaskan soal itu, sekarang data pesanan kami untuk hari kedua juga belum terecord (karena pesanan ini saya lakukan lewat email dan bukan melalui www.booking.com) tapi untungnya dia melihat masih ada kamar kosong untuk pesanan kami. Masih ada lagi, dia bilang untuk hari kedua mereka hanya memiliki kamar besar dengan jendela, cara halus agar kami bersedia pindah kamar lebih bagus dan membayar lebih untuk selisih harga kamarnya. Kali ini saya sudah benar-benar marah sampai sudah tidak bisa berbahasa inggris saking marahnya. Saya bilang kalau saya tidak mau membayar lagi, titik. Akhirnya petugas hotel pun memberi kami kamar besar dengan view jendela tanpa kami harus membayar tambahan lagi.

Dan setelah memastikan jam untuk paket tur ke Halong besoknya (saya sudah memesan sebelumnya via email ke Hotel). Masuk kamar, mandi, sholat, nyalakan alarm untuk besok, tidur (sudah hampir jam 12 malam).

January 26th, 2013. Saturday

Kami keluar kamar jam 7 pagi, kami pun ke meja makan. Mengingat paket breakfast yang ada cuma roti, kami pun memesan paket mie seharga USD 1/bowl. Cukup enak, porsi banyak. Masih dapat buah dan segelas teh panas dari hotel. Selesai makan kami menyelesaikan pembayaran, mengambil paspor kami yang ditahan tadi malam, dan kembali ke kamar, menyiapkan tas kecil kami. Ya, hari ni kami akan mengikuti paket tour ke Halong Bay. Jam 8.30 pagi kami pun dijemput kendaraan travel berupa mobil Elf kapasitas besar. Total ada 10 peserta tour termasuk kami, dan satu diantaranya ,mbak Clara, warga negara Indonesia bersama suaminya yang berkewarganegaraan asing.6 orang lainnya muda-mudi, mereka satu rombongan pertemanan. ada yang dari vietnam, thailand dan mesir. Ohya kami membayar paket tur (tñ) ini seharga USD 32/pax melalui hotel. Jadi kami sudah melakukan reservasi melalui email sebelumnya.

Pemandu tñ (tur) menjelaskan arti Ha = river Noi = inside. Jadi Hanoi berarti sungai di tengah. Perjalanan ke Halong Bay sendiri butuh waktu 3.5 jam sekali jalan, lama ya. Jadi sepanjang perjalanan, kami bertukar cerita dengan mbak Carla dan suami. Sekitar jam 12 siang. kami sampai di toko souvenir sebagai rest area. Dan semua pun berhamburan ke toilet hahahaha. Ohya cuaca di Hanoi super dingin, sepanjang perjalanan di kendaraan, sopir tidak menyalakan AC, walau dia membuka hanya sedikit bagian jendela mobil tapi rasanya dingin banget, sekitar 16 derajat celcius? brrrrrr. Di tempat ini kami sempat membeli kartu pos (pã) seharga VDN 5.000/card dan sweater karena cuaca yang cukup dingin. Tidak terlalu mahal sih.

Bersama Beberapa Peserta Tur

Halong Bay

Sampai halong bay sekitar jam 12 siang. tujuan pertama lagi-lagi toilet (di vietnam tertulis WC juga utk sebutan toilet di tempat umum). Setelah menunggu beberapa saat kami pun naik kapal. Kami bergabung bersama beberapa penumpang yang ikut group travel lain. Dan tidak lama kemudian setelah kapal berjalan, makan siang pun tersedia, seafood. Kami beruntung duduk semeja berempat, jadi makanannya akan kami habiskan berempat saja dengan porsi makanan yang sama untuk masing-masing meja lainnya. Hehehehe

Happy Couple

Mbak Carla dan Suami

Next Table

Dan tak lama kemudian pemandangan menakjubkan pun hadir, amazing. Pernah melihat film Red Clift? Suasananya tergambarkan disini, keren banget.

Beautiful Halong Bay

Di Tengah Teluk

Kayaking

Naik Perahu

Ternyata dari semua peserta yang naik di kapal kami, tidak semua ikut turun, entah kenapa. Tapi kami khususnya mbak Carla ngotot turun ke air karena paketnya memang sudah seharusnya begitu. Saya sih awalnya tidak ngotot karena dari awal disampaikan kalau programnya kayaking, ya kalau disuruh mendayung sendiri, ogah ah, mana kayaknya suami saya pasti males ikutan Tapi setelah melihat ada pilihan naik perahu dan ada yang mendayung, ini baru sippp, ikuttttt, kan sudah bayar hehehe. Setelah cukup lama menikmati wisata air dengan menggunakan perahu atau kayak, perahu pun melanjutkan perjalanan berikutnya, kali ini ke Gua. Harga yang kami bayar harusnya sudah termasuk tiket masuk gua, tetapi setelah mendengarkan penjelasan pemandu tur bahwa perjalanan menyusuri gua butuh waktu 45 menit, saya memutuskan enggan masuk ke gua, takut kecapekan jalan.

Masuk Gua

Dari Kapal

Setelah menurunkan penumpang yang akan menyusuri gua, kapal pun bergerak, menuju ke sisi lain, yaitu mendekati pintu keluar gua. Tapi kesempatan ini kami gunakan untuk sholat jama' diatas kapal karena kondisinya sudah cukup sepi. Kemudian kapal pun berjalan kembali ke pelabuhan, dan tur berakhir sudah. Mampir dulu ke toilet, masuk elf, tidur deh, sampai kemudian dibangunkan lagi untuk rehat sejenak di rest area yang tadi. Kami pun segera memesan mie seperti pop mie seharga VDN 20.000/bowl, ukurannya cukup besar dibandingkan pop mie yang ada di Indonesia. Takut ga nendang, kami juga memesan roti semacam hot dog seharga VDN 30.000/kue. Dilihat dari rotinya, bisa ditebak, Vietnam pasti dulunya pernah dijajah Prancis. Kami pun sampai di Hanoi sekitar jam 8 malam, rute pertama mengantarkan mbak Clara yang menginap di hotel mewah, lalu 6 anak muda yg turun tak jauh dr hotel kami menginap, dan akhirnya kami menjadi penumpang tur yang terakhir diantarkan menuju hotel. Masuk kamar, menaruh tas, kami pun keluar lagi melihat keramaian di sekitar hotel kami. Ternyata ramai sekali, sepertinya daerah hotel saya menginap memang backpackers area. Kami pun masuk ke toko membeli beberapa kopi dan coklat sebagai oleh-oleh. Tidak terasa, duit tersisa di dompet kami hanya VDN 150.000 dan USD 50. Menjelang perjalanan kembali ke hotel kami memutuskan mengambil uang di atm yg bertuliskan VÝA, dan kartu atm mandiri kami pun sukses mengeluarkan duit VDN 1.000.000 piuhhh lega banget (esok harinya waktu saya cek tabungan melalui internet banking, kursnya senilai Rp 470.000 sudah termasuk biaya administrasi sebesar Rp 20.000). Saran #mengambil uang cash di atm langsung lebih bagus kursnya dibandingkan menukarkan uang di money changer#

Kembali ke Hotel dengan senang, ternyata saya tidak salah memilih hotel kok hehehehe. Sholat dan segera tidur, besok bangun lebih awal untuk packing, tomorrow would be my last day at Hanoi.

January 27th, 2013. Sunday

Hari terakhir di Ha Noi, kami sarapan pagi dengan mie ayam lagi. Kemudian kami melanjutkan packing dan check out, kali ini kami akan ikut city tour di Hanoi. Kami membayar USD 30/pax untuk ini. Sebenarnya nambah USD 5/pax untuk puphhet show yang kata mbak Clara bagus banget, sayang setelah berkonsultasi dengan pihak hotel, kami khawatir terlambat untuk mengejar pesawat malam ini ke Ho Chi Minh jadi dengan terpaksa kami membatalkan untuk phuppet show.

Jam 8.30 kami dijemput di Hotel, masuk Elf yang sudah penuh sekali. Perjalanan pertama menuju Museum Ho Chi Minh. Menjelang turun, Pemandu sudah memperingatkan kami untuk tidak membawa tas, khususnya kamera karena dilarang. Tapi, kan dokumen perjalanan saya di tas, kalau ada apa-apa, bagaimana dong? Menjelang pos pemeriksaan pertama, tas-tas kami dibawakan oleh Pemandunya hahaha, berat deh. Prosesinya seperti sedang menghadap raja, kami berbaris layaknya prajurit. Di dalam ruangan yang memperlihatkan mayat Ho Chi Minh yang sedang diawetkan, ada banyak tentara bersenjata. Kami tidak diperkenankan berbicara dan memakai topi selama di ruangan. Unfortuntely, all pictures that were taken from my tablet (due we were not allowed bring camera) could not i figure on this website, not suitable for this program. So i'll tell you story only for this chapter.

Kejadian menyebalkan terjadi, karena terlambat keluar dari toilet, we were lost. Dimana teman2 group kami lainnya??? Sementara kerumunan orang sangat banyak. Dan dengan kondisi berada di daerah dengan penjagaan militer super ketat, dijamin tidak akan ada loud speaker untuk mengumumkan panggilan orang hilang. Kami berjalan cepat hingga berada di suatu lapangan. Bertemu petugas yang menyarankan kami untuk tetap disini menunggu Pemandu mencari kami. Situasi yang sangat sulit, petugas disana tidak bisa berbahasa Inggris yang baik (jadi kadang saya ngomong apa, jawabannya apa, ga nyambung booo). Mencoba menelpon ke Hotel, ternyata no telponnya tulalit. Mau ke tempat parkiran mencari mobil Elf kami, selain tidak hafal plat mobilnya (tas suami saya masih di mobil soalnya), disitu ternyata ada 3 parking area. Dan yang lebih gawat lagi, kalau kami sudah keluar, untuk bisa masuk kembali bisa jadi ribet dan jangan-jangan harus muter lagi kearah rute yang kami lalui tadi. Hampir satu jam menunggu dengan opsi terakhir, naik taxi ke hotel dan meminta tur mengantar tas kami yang tersisa, akhirnya rombongan tur kami pun kelihatan juga. Dan kami pun segera bergabung kembali (parahnya si Pemandu tidak menyadari kalau kami hilang dari rombongannya).

Akhirnya bergabung kali dengan rombongan tur, saya masih agak bete hehehe sehingga waktu tiba-tiba ada seseorang menghampiri saya dan bertanya-tanya dalam bahasa Indonesia, saya sudah tidak konsentrasi lagi dengan pembicaraan itu. Ternyata dia adalah orang Jepang yang lama tinggal di Indonesia. Maaf ya bro, sorry gue cuekin

Perjalanan tur berlanjut ke toko kecil yang menyediakan banyak souvenir. Dari situ, tur menuju ke Ethnology Museum di Nguyen Van Huyen Road, Cau Giay District, Hanoi. Tiket masuknya sekitar VDN 20.000/pax

Ethnology Museum

Keluar dari gedung museum, kami berjalan ke sisi lain di lingkungan museum, ternyata ada phuppet show. Phuppet show ini tidak terlalu menarik karena prolog narasi ceritanya dalam bahasa lokal, tapi tetep seru untuk dilihat karena untuk memainkan boneka ini diatas air, terdapat para penyelam di kedalaman air, hebat sekali, teknik yang luar biasa.


Phuppet Show

Traditional House of Vietnam

Dan kemudian waktu yang ditunggu-tunggu, makan siang hehehe. Kami semeja dengan turis dari Amerika dan dari Canada. Kebetulan kedua pria di hadapan kami sangat suka berbicara dan berkelakar. Turis Canada yang sekarang bekerja di China ini bercerita sejarah keluarganya yang ternyata berasal dr Vietnam, dan karena perang mengungsi dengan perahu, sempat berlabuh di Indonesia hingga akhirnya kemudian menetap di Canada dan menjadi warna negara Canada. Kembali ke tur-nya. Perjalanan dilanjutkan menuju salahsatu tempat yang menjadi pusat pendidikan yang mengadopsi ajara Confucius, seorang ahli filsafat dari Cina (ga kenal, lihat dong filmnya atau baca bukunya hehehe)

Confucius

Dari sini, kami bergerak menuju Pagoda yang dibangun sudah cukup lama. Aduh, kemarin Pemandu turnya cerita apa ya soal pagoda ini, lupa nih hehehe Puas berfoto-foto kami menyempatkan diri berfoto bersama rombongan tur hari ini, ya sesuai permintaan kami, jam 4 sore kami ingin sudah sampai di hotel untuk menuju bandara.

Pagoda

Our City Group Tour

Dari Pagoda kami sampai di suatu tempat, menunggu Pemandu Tur mengantarkan sepasang turis asal India mencari obat (rupanya sang wanita India sedang tidak enak badan). Kemudian Pemandu tur memanggil taxi untuk kami, dengan memberikan alamat hotel, kami diantar menuju hotel dengan hanya membayar VDN 30.000 saja. Sementara peserta tur yang tersisa masih akan mengunjungi Pagoda dan mungkin setelah itu melihat Phuppet Show.

Kembali ke hotel, kami menunggu taxi yang akan mengantar kami ke bandara. Kami memesan seharga USD 15/one way to airport. Ternyata kami mendapatkan mobil new innova, dan kami pun sampai di bandara 3.5 jam dari jam penerbangan kami. Setelah sempat bingung mencari gate check in Jetstar yang ternyata di lantai bawah, kami pun segera check in dan mencoba mengganjal perut dengan egg sandwich seharga VDN 35.000 untuk saya dan beef burger seharga VDN 45.000 untuk suami saya. We issued ticket to Ho chi minh by Jetstar on Oct 17th, 2012 for USD 133.19/2 person include baggage totally 30kg, chosen standard seat (USD 1,5/seat), service fee (USD 3/pax), taxes. Setelah menghabiskan makanan kami. kami pun segera menuju ruang boarding room. Menunggu cukup lama hingga akhirnya ada pengumuman kalau pesawat kami segera boarding, sekaligus ada pengumuman kalau suami saya harus kembali ke ke ruang check in di lantai bawah. Ternyata petugas bea dan cukai meminta kami membuka tas bagasi kami, dia mencurigai bedak kaleng heroxyn yang saya bawa dari Indonesia. Setelah dibuka dan dijelaskan dan dinyatakan aman, kami pun buru-buru berlari menuju boarding room. Wah harus antri lagi, setelah menjelaskan ke petugas, kami pun diijinkan melewati antrian. Dan just in time, kami masuk gate boarding dan terbang bersama Jetstar. Kali ini penumpangnya tidak terlalu banyak sehingga pesawat pun berangkat tepat waktu. Perjalanan membutuhkan waktu 2 jam terbang dari Hanoi ke Ho Chi Minh.

Sampai di bandara domestik Ho Chi Minh, semua counter taxi sudah tutup. Kami pun bergegas keluar menuju ke tempat taxi datang dan menaikkan penumpang. Sempat mengamati cara orang vietnam memesan taxi, kami pun bergegas menuju bagian Vinnasun Taxi. Cukup banyak penumpang tetapi taxi datang dan pergi begitu cepat sampai-sampai kami harus menempel petugas pengatur taxi, dan akhirnya kami pun masuk ke dalam taxi yang menggunakan new innvova. Setelah menunjukkan kartu nama hotel, taxi mengantar kami ke tempat dan argo di taxi menunjukkan angka VDN 150.000. Saran #get vinnasun taxi for your comfortable. Sudah jam 11 lebih saat kami sampai di kamar, kami pun membuka bekal pop mie kami untuk makan malam. Alhamdulillah

For this last day at Ho Chi Minh, we planned to stay at Saigon Mini Hotel 5, 196 Bui Vien Street, Ho Chi Minh for USD 29 (IDR 278.329), it was booked on Oct 15th, 2012. But two weeks before my coming, i changed to Saigon Mini 6 Hotel which is next door from Saigon Mini 5 Hotel hehehe

January 28th, 2013. Monday

Bangun pagi di Ho Chi Minh, kami menelpon agen travel untuk membatalkan paket tur yang akan kami ambil hari ini, dan resikonya duit yang sudah dibayar, hilang sudah. Pertimbangannya cukup banyak, salahsatunya takut terlambat mengejar pesawat malam ini ke Jakarta. Pengalaman ikut 2 tur di Hanoi kemarin, selalu terlambat dari jadwal semula. apalagi tur mekong ini sepertinya jauh dari perkotaan, sehingga akan susah mencari taxi atau bahkan kalaupun ada, bisa-bisa kami harus membayar sangat mahal. Sebenarnya sayang sekali, dipikir-pikir harusnya bisa minta tukar dengan program tur chi chi thunnel (melihat terowongan bawah tanah yang dibuat orang-orang vietnam saat melawan penjajahan). Akan tetapi saya pribadi juga tidak terlalu suka tur yang membutuhkan lebih banyak tenaga fisik. Dan akhirnya setelah sarapan pagi, kami pun melanjutkan tidur yang tertunda, sangat kelelahan dengan perjalanan dari Hanoi ke Ho Chi Minh tadi malam.

Menjelang jam 12 siang, kami mulai mandi, final packing dan menunggu waktu untuk bisa sholat (jamak) sebelum check out. Waktunya check out, 3 tas kami titipkan di hotel, kami pun berjalan-jalan di sekitar hotel yang memang kawasan back packer area. Kami sempat membeli es kelapa muda di jalan seharga VDN 15.000/buah dan buah mangga seharga VDN 15.000/buah (sama seperti di Indonesia, membeli buah disini kita akan mendapatkan bumbu garam dan cabe yang sudah dicampur sebagai penambah rasa saat makan buah).

Tak terasa perut pun terasa lapar, kami pun melangkah ke KFC. Dengan memperhitungkan sisa duit VDN 230.000 yang kami punya, kami pun memilih dengan cermat paket makanan yang kami beli di KFC, alhamdulillah aman, dapat dua paket nasi+ayam+minum dengan harga total VDN 150.000. Karena sudah hari terakhir, kami memutuskan untuk tidak mengambil duit cash lagi, jadi cukup menghabiskan sisa duit yang tersisa di tangan. Selesai makan kami kembali ke hotel yang berjarak 700 m, masih 2 jam lagi sebelum taxi yang kami pesan dari Hotel datang. Saya pun memanfaatkan waktu untuk mengupdate cerita ini dari komputer dan internet yang ada di lobi hotel.

Kemudian taxi pesanan sudah tiba, kami pun menuju Airport. Bertemu banyak sekali orang Indonesia di jalur antrian check in. Masuk boarding room, masih sepi hanya ada 6 penumpang disini, kami sempatkan sholat Jama' disini. Masuk pesawat Airasia, dimana saya juga sudah membeli tempat duduk terdepan seharga Rp 90.000/kursi, menikmati makan malam yang sudah kami pesan sebelumnya, dan menyempatkan diri memainkan game yang ada di tablet kami. 3 jam kemudian pesawat mendarat di Cengkareng, sudah jam 11 malam saat kami mendapat taxi Blue Bird, dan jalanan menuju Cikarang cukup sepi, sehingga kami cukup membayar Rp 230.000 saja malam itu (diluar biaya tol). Alhamdulillah, selamat sampai rumah, mari segera tidur karena besok suami saya akan pergi ke kantor lagi.

Terima kasih ya sudah membaca tulisan ini, sampai ketemu di edisi tulisan selanjutnya

Tips :

  • Prepare your money in USD $. After arrival, change your money to vietnam (1 USD $ = 21.000 VDN) or withdraw your cash from ATM.
  • Prepare your schedule, not all vietnam people understand english. Write at paper, give them to understand your destination.
  • Taxi. Use Vinasun taxi for safety
  • For Indonesian, you could read this book, 'Rp2 Jutaan Keliling Vietnam dalam 15 Hari' created by Sihmanto for reference.