www.ika-riris.info

Newsflash

‎'Dan (ingatlah kisah Maryam) yang memelihara kehormatannya, lalu kami tiupkan (ruh) dari Kami ke dalam (tubuh)nya; Kami jadikan dia dan anaknya sebagai tanda (kebesaran Allah) bagi seluruh alam.' QS 21:91

'Sungguh, (agama tauhid) inilah agama kamu, agama yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah aku.' QS 21:92

'Tetapi mereka terpecah belah dalam urusan (agama) mereka diantara mereka. Masing-masing (golongan itu semua) akan kembali kepada Kami' QS 21:93

 

Kuala Lumpur, Malaysia, 11-14 Mei 2010

E-mail Print PDF

Mau liburan ke Malaysia? Kalau ini pertama kalinya anda akan keluar negeri, tentu saja ini akan jadi pengalaman berharga, apalagi bagi anda yang masih mencoba-coba merasakan liburan luar negeri pertama kali dengan budget tertentu, well Malaysia patut dicoba sebagai latihan, karena memang lebih murah dari Singapore dan khususnya keberadaan Air Asia yang senantiasa memberikan tiket murah untuk destinasi Indonesia-Malaysia.

Sebelum membeli tiket, sebaiknya anda tentukan bagaimana perjalanan anda ke depannya. Hanya keliling Malaysia saja? Kalau ingin sekalian menginjakkan kaki di Thailand (Hat Yai), cobalah berkunjung ke Penang. Atau mau sekalian mampir ke Singapore, berarti posisi anda harus menginap di Kuala Lumpur saja. Tapi tentu saja perjalanan lintas negara tidak saya sarankan kalau anda punya waktu terbatas untuk berlibur. Apalagi membawa keluarga, wah bisa 'gempor' di jalan tuh. Bukannya menikmati, yang ada malah kelelahan di jalan. Tapi bagi anda yang tergolong back packer sejati, mungkin sih.

Now, get to point, we talk about Malaysia. Saudara serumpun....Upin Ipin...

Kuala Lumpur. Saya memesan tiket tanggal 22 Desember 2009 untuk kepergian tanggal 11 Mei 2010 dan kembali tanggal 14 Mei 2010. Total harga tiket yg saya bayar utk terbang berdua, PP, hanya Rp 1,006,000. Promo gitu lho. Tidak termasuk bagasi dan pemilihan kursi. Tapi akhirnya saya tetap menyarankan, pesanlah bagasi di awal kalau memang barangnya banyak. Harga di tempat lebih mahal soalnya. Satu bulan sebelum kedatangan saya ke Malaysia, saya memesan kamar melalui BOOKING. Anda juga bisa mencoba AGODA atau LONELY PLANET (for backpackers only). Saat memesan, hanya membayar DP 10% dari total biaya kamar. Saya selalu menyarankan, pesanlah hotel jauh-jauh hari terutama saat peak season, dimana hampir selalu hotel penuh, kecuali anda punya saudara atau teman yang bisa jadi sandaran. hehehe. Dan saya mendapatkan harga RM 201 utk 3 malam menginap di Hotel Replica Inn China Town. Waktu itu (RM 1 = Rp 3,000). Murah kan? Waktu saya menulis ulang perjalanan ini (thn 2011), saya sulit menemukan hotel yg saya maksud (sepertinya sudah berganti nama), dan untuk anda, akhirnya saya merekomendasikan hotel China Town Inn di petaling street (china town), Kuala Lumpur, Malaysia. Well it's a budget hotel with bathroom attached.

 

Selasa, 11 Mei 2010, kami berangkat dari Bandara Soekarno Hatta sekitar pukul 3 sore, sampai di Bandara LCCT, Kuala Lumpur, Malaysia, sekitar jam 6 sore. Masih terang banget disana. Di Kuala Lumpur, Airasia akan terbang dan mendarat dari bandara LCCT, sementara penerbangan lainnya terbang dan mendarat di Bandara KLCT. Dari LCCT Airport ke KLCT Airport terdapat bis. Kemalaman, jangan khawatir, tepat disebelah LCCT Airport, terdapat Tune Hotels yang merupakan budget hotel, yang juga merupakan group Airasia. Bisa ditempuh dengan jalan kaki saja.

Mengingat hanya membayar DP 10%, pastikan kita sudah menginformasikan jadwal kedatangan ke hotel bila waktu kedatangan kita jauh dari waktu utk check in.

 

RM 8/person, Bus from LCCT to Chinatown

 

Berhubung saya menginap di salahsatu hotel di Petaling Street atau lebih dikenal dengan daerah Chinatown, maka setelah bertanya-tanya, kami pun mendapatkan bis langsung dari LCCT Airport ke Chinatown. Kami membayar RM 8/orang, bis-nya seperti bis pariwisata, bagus dan bersih, berangkat tiap satu atau setengah jam gitu deh. Perjalanan cukup membosankan dengan suguhan pemandangan lahan-lahan sawit di sepanjang jalan, dan memasuki jalan tol, bis begitu tertib dengan selalu mengambil jalan di sebelah kiri. Akhirnya kami sampai di Chinatown setelah menempuh 1.5 jam perjalanan. Tampak jelas papan nama yang bertulis 'petaling street', turun dari bis, kami menyebrang dan berjalan kaki, sangat dekat dengan tujuan kami. Dan kami pun masuk kamar setelah menyelesaikan administrasi pembayaran hotel. Di kamar, baru sadar, colokan disana beda, setelah bertanya kepada petugas hotel, disarakan mencari colokan di lapak-lapak di chinatown. Saran, kalau belum punya, dan kalau anda terbang pakai Airasia, anda bisa membeli saat terbang. Investasi!

 

Setelah membersihkan diri, kami segera melangkah keluar hotel. Rame euy, tepat di pintu keluar, banyak lapak-lapak, kondisinya seperti 'Pasar Baru' di Jakarta. Rame banget artinya kami tidak perlu takut kelaparan disini. Kami melangkah keluar petaling street dan menuju jalan raya utama, terdapat kedai di pinggir jalan yang cukup ramai pengunjung, penjualnya pun orang Melalyu, jadi pasti halal. Kami pun mencoba nasi yg terbungkus daun. Dengan tambahan lauk ikan dan lodeh, minum teh panas, sangat nikmat. Untuk menikmati makanan+minum disini, kami menghabiskan sekitar RM 6-10/2 orang. Kenyang, kami mencoba menyusuri jalanan ini,terdapat beberapa minimarket 24 jam, kedai milik orang Melayu atau orang India. Di seberang jalan, seperti ada toserba. Setelah membeli air mineral, kami kembali ke hotel dan tidur cepat. Well, saya menyarankan air mineral merk 'Aquaria', lainnya rasanya ga begitu enak di kerongkongan saya. Saya lupa harga persisnya, rasanya 1 botol minumal 1.5 L seharga RM 1.5-2

 

Rabu, 12 Mei 2010. Memulai pagi dengan mencari sarapan di tempat kemarin malam, petaling street sudah berubah menjadi jalanan yang dipadati mobil dan motor. Kelar, kembali ke hotel, bersiap-siap memulai perjalanan. Kebetulan stasiun kereta berada tak jauh dr Petaling Street, 10 menit berjalan kaki, akhirnya sampai juga di stasiun kereta, bersebelahan dengan terminal bis, bersebrangan dengan Central Market (pasar seni).

Sampai stasiun, beli tiket, kami naik monorail menuju Suriah KLCC. Masih pagi, jam 9 kami sampai sana. Keluar stasiun, kami langsung menuju Petronas Tower, ke lantai bawah, kami ikut antri utk mendapatkan tiket naik jembatan petronas tower.

antrian tiket naik jembatan Twin Petronas Tower


mallWaktu saya datang kesana, hari kerja, jadi tidak terbayangkan kalau anda datang di musim liburan sekolah, kami antri sekitar 1 jam-an untuk mendapatkan tiket naik ke jembatan pada jam 2 siang. Itupun kemudian antrian habis krn tiket naik sudah habis. Kalau ga salah memang utk naik jembatan hanya diijinkan pada hari dan jam kerja saja. Entah Sabtu, bisa ato ga.

Waktu masih menunjukkan jam 10 pagi, tidak ada ide selain kami langsung masuk Mall Suriah KLCC yang outlet-outletnya belum buka pula. Ohya, Mall Suriah KLCC terhubung langsung dengan Petronas Tower. Di bagian bawah mall, terhubung dengan stasiun monorail pula. Depan dan belakang, terdapat taman-taman yang bagus, sayang, masih pagi, jadi panas sehingga tidak terlalu nyaman. Dalam mall, terdapat outlet2 yg berjualan barang-barang bermerk, seperti di Plaza Senayan atau Mall Pondok Indah, Jakarta. Nothing special. Food Court di lantai 3 dan 5, musholla yang bagus dan nyaman, ada di lantai bawah. Ohya, di Mall Suriah KLCC ini terdapat museum petronas, jam buka mulai 11 am. Tanggapan saya, lumayan dah, mumpung disitu.

 

Twin Petronas Tower

Taman Depan Petronas Tower

Akhirnya waktunya tiba, kami naik ke atas, eng ing eng....keren dah!

 

Keluar dari situ, ada semacam ruangan yg berisi video pendirian menara kembar petronas. Setelah itu, kami pun langsung menuju stasiun, waktunya kembali ke hotel. Naik jembatannya sebentara aja, nunggunya itu lho yang ga ketulungan. Ohya, gratis kok naiknya, cuma ya karena hrs diatur jumlah pengunjung dan jamnya, maka kita hrs antri utk dapatkan tiket naik

 

Mass Rapid Transportation

Monorail

Dari stasiun KLCC, kami menuju stasiun pasar seni. Kami mampir sebentar melihat pasar seni (central market). Cuma melihat-lihat, karena kerajinan tangan/cinderamata yang ada disana, bisa kita jumpai di Indonesia, dengan harga yg jauh lebih murah pula. Dari central market, ada bis gratis menuju bukit bintang. Waktu kami mencari informasi ada apa disana, katanya ada mall. Yah...kalau cuma cari mall mah, di jakarta juga banyak. Jadi kami memutuskan menuju hotel, masuk kamar dan istirahat.

 

Malamnya kami memutuskan menjelajahi Chinatown. Kami pun membeli souvenir disini, penjualnya ternyata orang Indonesia. Lalu kami mencoba mengitari blok Chinatown dari ujung satu ke ujung lainnya. Untuk barang dagangan yang dijual di lapak-lapak oleh etnis China ini beragam, tas, baju,dll. Barang-barang disini rata-rata asli tp palsu. Untuk membeli, sebaiknya menawar. Tidak mahir berbahasa inggris, pakailah bahasa indonesia. Adapun makanan disini rata-rata masakan chinese yang tdk halal. Diluar blok, kami bertemu KFC. Yang menarik, KFC disini rupanya sdh sangat jamak, tdk seperti di Indonesia yg selalu hadir di mal-mal besar, disini kami menjumpainya di ruko saja. Masuk kesana, di kursi bagian depan, banyak manula etnis china yg sedang sibuk 'ngopi' sambil main kartu dan mengangkat kaki diatas kursi. Pesen nasi lemak deh, disini kami menghabiskan sekitar RM 15/2 porsi nasi lemak+minuman soda. Capek, waktunya istirahat. Chinatown sendiri hidup mulai siang hingga tengah malam.

 

Kamis, 13 Mei 2010. My next destination was Bird Park at Taman Tasik Perdana (Lake Garden). From Petaling street, it cost RM 7.8 for taxi. No public transportation to reach this place. But maybe if you know the location better, you can use bus until perdana street. then you can walking distance. but for you that first time be there, it must be difficult to practice.

 

 

 

A Part of Bird Park

Actually,there are so many garden in this place. Bird park is one of garden, there. Another one, butterfly park, orchid garden. It cost differently. From the brochure that i had, it’s written, RM 18 for butterfly park. free or RM 1 (holidays) for orchid garden, and RM 42 for bird park. Well after i passed in bird park, i expect more than what i had seen. think that the price is too expensive. But if you want to get in, don’t forget to take umbrella/hat with you. Birds fly anywhere. They have a bird show, twice in a day. Suggest you to go there at 9 am or after lunch time. Near souvenir counter, half of this park, you will find a restaurant which has good view, you must prepare at least RM 18 for nasi lemak and RM 11 for 'degan'. So it would be RM 29/person totally. Back to Chinatown, must use taxi that wait there. Use coupon system, i must pay RM 15 for taxi to reach chinatown.. Normally RM 7.8- RM 10.


This Bird is Icon of Bird Park. Be aware, the bird will stole your food.

 

Jumat, 14 Mei 2010. I tried to find breakfast. But McD had no rice, burger only. Akhirnya kami memutuskan berjalan mengitari blok di depan petaling street, bingo, ada warung kaki lima disana. Kami pun makan dengan menu sederhana, nasi tempe+telor ditemani teh manis panas. Berdua, kami membayar RM 8 total. Penjualnya orang Indonesia ternyata.

 

Around Petaling Street (Chinatown)

 

Selesai berkemas, kami check out dan pulang. Dari hotel, kami berjalan menuju stasiun pasar seni, tujuan stasiun puduraya. Dari sana, ada kami mencari Skybus, bis khusus dari stasiun puduraya menuju LCCT Airport. Bis-nya berangkat tiap sejam (atau setengah jam ya). Kami membayar RM 9/orang. Bis-nya bagus, seperti bis pariwisata, dan kemudian terdengar Rossa sedang bernyanyi, menemani perjalanan pulang kami ke Indonesia. I love Indonesia so much.

Catatan tambahan :

  • Bila anda kebetulan berada di bagian lain di Malaysia, Penang, mungkin anda bisa iseng menginjakkan kaki ke Hat Yai, Thailand. Hat Yai sendiri sebenarnya tidak terlalu menarik, ini merupakan daerah persinggahan dan transit dari Malaysia ke Thailand dan sebalinya, lewat jalan darat. Agen perjalanan yg menjual tiket bus atau minivan ke berbagai kota, bisa dgn mudah ditemukan di Penang atau Hat Yai. Saat melintasi kantor imigrasi, konon katanya kita wajib menyelipkan uang 10 bath atau RM 1 di dalam paspor. Hat Yai merupakan tujuan belanja orang-orang Malaysia dari Penang, karena di Thailand, kebutuhan rumah tangga lebih murah dibandingkan dgn Malaysia. Perjalanan darat Penang-Hat Yai ini memakan waktu sekitar 4 jam perjalanan.
  • Dari Hat Yai, anda bisa berkunjung ke Krabi atau pantai Ao Nang dgn menempuh sekitar 5 jam perjalanan dgn menggunakan minivan. Menurut referensi yg saya baca, kedua tempat itu bagus dan banyak hal menarik utk dikunjungi. Berikut daftar akomodasi di Krabi : Chanchalay Guesthouse, City Krabi, Baan Andaman Bed & Breakfast. Adapun akomodasi di Ao Nang : Ben House, La Venice
  • Mau ke Singapore dengan perjalanan darat? Anda bisa memilih bis, harga, jadwal disini. Di perbatasan, bus akan berhenti maksimal 30 menit di masing-masing Imigrasi. Jadi siapkan paspor dan dokumen yg diperlukan sebelumnya. Butuh sekitar 4 jam perjalanan total. Ingin menempuh perjalanan menggunakan Kereta Api? cek jadwal, harga dan bisa pesan online disini.