www.ika-riris.info

Newsflash

'Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah Melipatgandakan bagi siapa yang Dia Kehendaki, dan Allah Maha Luas, Maha Mengetahui.'

QS Al Baqarah (2) : 261

 

Minyak Atsiri

E-mail Print PDF

Kali ini saya sedikit membahas soal minyak atsiri. Tidak hanya itu, akan ada sedikit perjalanan saya ke beberapa penyulingan minyak atsiri milik teman. Semoga suatu saat saya juga bisa berkesempatan memulai penyulingan minyak atsiri

*****************************************************************************************************

18 Juni 2011

Kali ini saya melakukan perjalanan menuju Subang, melihat kondisi tanaman sengon saya yang sudah berumur hampir setahun. Kemarin di sela-sela tanaman sengon, saya menanam 30 bibit pala tinggi 1 meter. Dan satu minggu kemudian, saya dan patner saya, Ketut, membeli 50 lagi bibit tanaman pala seharga @ Rp 25.000/bibit termasuk biaya ongkos kirim untuk pembelian minimal 50 bibit sekaligus. Penanaman bibit pala ini persiapan saya untuk industri minyak atsiri di kemudian hari, belum ada modal untuk pembelian lahan, pengadaan alat suling, dan lain sebagainya, maka saya memutuskan untuk menjadi pemasok bahan baku minyak atsiri sebagai awalan, yaitu bertanam pala. Konon katanya buah pala akan panen pertama setelah berusia 5 tahun dan dapat hidup hingga usia pohon 100 tahun.

Bicara tentang minyak atsiri, penjelasannya sebagai berikut ini : Minyak atsiri, atau dikenal juga sebagai minyak eteris (aetheric oil), minyak esensial, minyak terbang, serta minyak aromatik, adalah kelompok besar minyak nabati yang berwujud cairan kental pada suhu ruang namun mudah menguap sehingga memberikan aroma yang khas. Minyak atsiri merupakan bahan dasar dari wangi-wangian atau minyak gosok (untuk pengobatan) alami. Di dalam perdagangan, sulingan minyak atsiri dikenal sebagai bibit minyak wangi.

Minyak atsiri bersifat mudah menguap karena titik uapnya rendah. Selain itu, susunan senyawa komponennya kuat memengaruhi saraf manusia (terutama di hidung) sehingga seringkali memberikan efek psikologis tertentu (baunya kuat). Setiap senyawa penyusun memiliki efek tersendiri, dan campurannya dapat menghasilkan rasa yang berbeda.

Secara kimiawi, minyak atsiri tersusun dari campuran yang rumit berbagai senyawa, namun suatu senyawa tertentu biasanya bertanggung jawab atas suatu aroma tertentu. Sebagian besar minyak atsiri termasuk dalam golongan senyawa organik terpena dan terpenoid yang bersifat larut dalam minyak/lipofil.

Hadi sudah ngebet pengen mulai bisnis penyulingan minyak atsiri


Kelar dari sana, jam dua siang, kami menuju arah Purwakarta, kali ini menuju penyulingan atsiri milik Diqi, di Purwakarta. Diqi ini lulusan teknik kimia Untirta, Cilegon. Baru saja wisuda bulan kemarin, dan berawal dari trading cengkeh, sekarang dia memutuskan menjadi pengusaha penyulingan minyak atsiri. Kebetulan Diqi adalah penduduk asli Purwakarta.

Penyulingan Atsiri di Lahan seluas 1200 m2

Diqi teman saya sudah melakukan proses penyulingan selama 4 bulan sebelumnya. Saat ini dia menyuling minyak atsiri dari cengkeh dan nilam. Adapun pasokan cengkeh didapat dari masyarakat setempat, dimana cengkeh yang digunakan biasanya cengkeh dan daun cengkeh yang sudah jatuh di tanah, dipungut, disatukan, digunakan dalam penyulingan.

*****************************************************************************************************

26 Juni 2011

Dan hari ini, saya kembali menuju Purwakarta-Subang. Agenda pertama, mengantarkan anak-anak asuh kami di Program Anak Bangsa Indonesia ke Rumah Sakit Holistic di Purwakarta. Rencananya anak-anak akan menjalani seragkaian test masuk, kalau lolos berkesempatan belajar dan bekerja disana. Kali ini kami tidak hanya berdua atau berempat. 7 orang dewasa dan 2 anak-anak bergabung dalam perjalanan kami kali ini. Dan sesampainya di Rumah Sakit Holistic Purwakarta, kami melakukan tour singkat, sayang karena sedang banyak pasien, kami hanya melihat fasilitas perawatan dari luar, tanpa bisa melihat langsung ke dalam ruangan. Dan selalu, kesan pertama semua orang yang pernah kesana, suasananya bukan rumah sakit banget deh. hehehe, berasa di penginepan, jadi nyaman banget.

 

Setelah meninggalkan Atim Prianto dan Sulistyo di rumah sakit holistic, perjalanan kami selanjutnya menuju Subang. Lokasinya dekat tempat wisata Curug Cijalu, Subang. Sesampainya di pabrik penyulingan Ferry, kami menikmati makan siang dengan menu ikan asin, pete, sayur dan sambel. Suasananya yang dingin membuat makan siang terasa begitu nikmat dan lezat.

Melepas kepenatan setelah berjalan 2 km

Menikmati udara segar di dekat bukit

Cool

Tanah yang kami lihat, ditawarkan dengan harga Rp 30.000/m2 dengan kondisi sudah ditanami pala, nilam, sereh. Semuanya persiapan untuk bahan baku minyak atsiri. Tanah seluas 8.600 m2 ini memang sangat ideal untuk lokasi penyulingan minyak atsiri, karena dilewati aliran air yang mutlak dibutuhkan dalam proses penyulingan (bila ingin berhemat tentunya). Dan akhirnya, tanah tersebut dalam proses pembelian oleh Mas Toto (teman kuliah suami) dari Pak Asep, patnernya Ferry. Selanjutnya apa dan bagaimana? Temukan kisah perjalanan bisnis kami untuk minyak atsiri di sesi selanjutnya, InsyaAllah