www.ika-riris.info

Newsflash

'Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah Melipatgandakan bagi siapa yang Dia Kehendaki, dan Allah Maha Luas, Maha Mengetahui.'

QS Al Baqarah (2) : 261

 

Kelapa Sawit

E-mail Print PDF

Akhir-akhir ini saya seringkali mendapat penawaran untuk berinvestasi di lahan sawit. Pun di berbagai milis yang saya ikuti khususnya yang berkaitan dengan agrobisnis, seringkali dicari atau ditawarkan lahan sawit. Status saya saat ini adalah peminat, karena saya pribadi tertarik tetapi masih ragu mengingat untuk berinvestasi sawit, rata-rata di luar Jawa. So it will be costly for any trip. But honestly, kalau dihitung ongkosnya tetap murah sih dibandingkan investasi lahan di pulau Jawa.

Setelah mencari tahu, berikut ini paparan teman, mas Achmad Shoihuddin tentang sawit. Kebetulan beliau adalah pelaku bisnis sawit di Kalimantan, saat ini. Berikut tulisan beliau saya rangkum sebagai berikut ini :

Klasifikasi kebun sawit berdasarkan skala luas perkebunan ;
1. Perkebunan besar ( misal astra agro, smart agro, salim agro dll), dikategorikan perkebunan besar di atas 100 rb hektar.
2. Perkebunan sedang, antara 20 - 100 rb hektar.
3. Perkebunan kecil antara 5 rb - 20 rb hektar.

Terkait pengelolaannya dibagi tiga :

  1. Perkebunan inti yang sudah terintegrated dengan pabrik pengolahan CPO sendiri.
  2. Perkebunan plasma
  3. Perkebunan pribadi

 

Untuk saat ini untuk membuka lahan biayanya estimasi USD 4000 / hektar. Individu-individu bisa bergabung dalam perkebunan plasma atau mengelola sendiri. Kalo membuka perkebunan sendiri, kita harus all out involved di dalamnya, sehingga tidak mudah tertipu oleh banyak orang ( baik karyawan, penduduk sekitar dll).

Kalo sistem plasma di mana lahan yang ada adalah program kerjasama dengan perkebunan inti ( yang 3 kategori diatas), diamana ini adalahsalah satu program kemitraan anatara perkebunan besar dengan penduduk sekitar perkebunan, dimana semua operasioanal dan hasilpun menginduk ke perusahaan inti tersebut, yang pasti untuk tingkat keamanan lebih bagus, akan tetapi tentunya hasil atau yield yg di dapat sedikit berkurang krn ada biaya fee ke perkebunan intinya.

Pada sistem plasma, kita juga harus berhati-hati, kebun yang akan kita beli harus dicroscek dengan KUD setempat agar tidak tertipu akibat double kepemilikan.

Untuk sawit sendiri, masa tumbuh dan panennya bisa sampai 25 tahun dimana 1 - 4 tahun awal dinamakan TBM (tanaman belum menghasilkan) yaitu tanaman yang belum ada buah sawitnya.
periode 5 - 8 tahun sudah mulai menghasilkan dengan hasil TBS (tandan buah segar sawit) dengan kualitas sedang.
periode 9 - 18 tahun, hasil optimal dengan harga sudah ok atau premiuim.
periode 19 - 25 tahun, buahnya tetep ok akan tetapi biaya operasioanalnya lebih tinggi dikarenakan pohonnya sdh mulai tinggi sehingga butuh tambahan biaya extra untuk memanen dan merawat.

Harga TBS ditentukan oleh pasar dan suku dinas perkebunan setempat, equivalen dengan harga CPO. Untuk daerah kalimantan rata-rata per hektar bisa menghasilkan +/- 22 ton TBS per tahun.  Untuk harga relatif, karena 3 tahun terakhir luar biasa kenaikannya hampir 300 persen. dan juga masing2 perkebunan plasma tidak seragam, tergantung dari kualitas operasional, dalam hal ini kita harus melihat siapa perkebunan induk/inti tsb.

Sebagai gambaran di satu daerah di Kalimantan selatan usia tanaman 5 - 7 tahun harga 40 jt/hektar dengan hasil bagi per bulan rata2 900 rb perbulan, dikarenakan operasional (pemupukan, perawatan, fee dll) lebih bagus. Sedang di daerah lain, masih di Kalimantan selatan, harga bisa separonya yaitu 20 jt/hektar akan tetapi krn operasionalnya lebih jelek dari yg pertama, hasil bagi rata2 hanya 300 rb per bulan.

Hasil bagi ini akan selalu meningkat equvalent dengan usia tanaman di atas. dan otomatis juga akan dapat dua kali lipat setelah biaya bank nya sudah LUNAS. Biaya kredit bank ini selama 4 tahun awal (tanaman belum menghasilkan) +/- 4000 USD ditanggung oleh bank atas jaminan dari perkebunan inti tsb. Berdasarkan pengalaman, apabila kondisinya bagus seperti sekarang dalam usia tanaman 10 tahun bank sudah lunas.

perhitungan bagi hasil biasanya sbb : 100 persen hasil - 40 % biaya operasional (pemupukan, pekerja, transportasi buah, perawatan kebun dan akses jalan dll) - 5 % fee perkebunan inti dan sisanya 55 % dibagi antara kita sebagai pemilik dan angsuran ke bank. biasanya 20 % bank - 35 % kita.

Tertarik? Atau ada pendapat lain? Sekedar berbagi pengalaman tentang sawit? Kirimkan tulisan/tanggapan anda ke This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it . Terima kasih