Maryamah Karpov

Print

Jika dulu aku tak menegakkan sumpah untuk sekolah setinggi-tingginya demi martabat ayahku, aku dapat melihat diriku dengan terang sore ini: sedang berdiri dengan tubuh hitam kumal, yang kelihatan hanya mataku, memegang sekop menghadapi gunungan timah, mengumpulkan napas, menghela tenaga, mencedokinya dari pukul delapan pagi sampai maghrib, menggantikan tugas ayahku, yang dulu menggantikan tugas ayahnya. Aku menolak semua itu! Aku menolak perlakuan buruk nasib kepada ayahku dan kepada kaumku, martabat ayahku, kurasakan dalam aliran darahku saat nasib membuktikkan sifatnya yang hakiki bahwa ia akan memihak kepada para pemberani.

'Maryamah Karpov', Tetralogi Laskar Pelangi, Andrea Hirata, PT Bentang Pustaka, November 2008